• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • Berhala

    8.28.2013


    Aku menulis lagi di tengah kesibukan yang tidak manusiawi. Setidaknya itu kata beberapa kerabat yang memperhatikan tebalnya kantung mata dan tonjolan tulang belikat yang kian menegas pada penampilanku. Menurut kalender akademis kampus, aku masih libur. Jam tidurku membaik, 7 jam sehari. Sedari pagi, Claire de Lune selalu memenuhi sesudutan kamar. Aransemen yang sangat indah lagi meneduhkan dari Debussy. Sedikit banyak, sahutan nada-nada dalam rentang 4 menit itu membantuku membahasakan emosi.
    Claire de Lune adalah pengiring segala yang merah jambu.

    Banyak orang mempertanyakan hal-hal yang sangat sulit dijawab. Seperti: mengapa ada Tuhan yang satu dan ada pula yang berkomplot dalam oligarki, atau apa akar masalah dari kondisi Indonesia yang sangat terpuruk ini. Aku pun juga menyimpan pertanyaan yang demikian. Dalam tulisan ini, setidaknya aku ingin sedikit membahas tentang pertanyaan yang cukup mendistorsi kesadaranku. Masih berkaitan dengan merah jambu tentunya.

    Ini tulisan pertamaku tentangmu. Meskipun aku sudah menghabiskan banyak waktuku menjadi pandir untuk mengabadikan sosok yang menyerupaimu selama 3 tahun. Alih-alih membangkitkan diri sendiri, aku justru memberhalakannya, dulu. Kini kamu ada seolah untuk menggantikannya. Lengkap dengan seluruh variabel yang melekat padanya: kulit segelap kopi hitam favoritku, mata sayu yang tatapannya selalu menjadi serangan fajar bagiku, humor serupa keripik singkong, dan tentu saja dingin perlakuanmu yang membuatku segila ini.

    Aku adalah salah satu perempuan yang kerap disalahsebutkan sebagai laki-laki. Banyak ramalan bintang murahan yang menyatakan bahwa Libra mengalami kebingungan dalam menyeimbangkan perasaan dan rasio. Dalam kasusku, aku limpung dalam penggunaan perasaan. Syukurlah, sahabat karibku justru merajai hal tersebut meskipun terkadang juga berlebihan. Semenjak aku memenangkan rasio sebagai basis pengambilan tindakan (inilah alasan beberapa kerabat mengatakan seharusnya aku menjadi laki-laki), aku berpegang teguh pada prinsip bahwa manusia harus mampu hidup sendiri apapun itu kondisinya. Ibnu Taimiyyah bahkan mengajarkan supaya kita tidak bergantung pada orang lain karena dalam kegelapan pun, bayangan akan meninggalkan diri kita sendiri. Ajaran itu kusimpan rapi dalam lubuk hati dan seluruh syaraf otak. Dampaknya, aku selalu berusaha menolak adanya ketergantungan atas apapun, kepada siapapun. Dalam konteks cinta, menurutku, suatu hubungan justru menjadi arena pengakuan inferioritas seseorang terhadap orang lain.

    Seperti kata seseorang yang mungkin kini membenciku, aku bipolar, mengandung banyak kontradiksi yang tak tertangguhkan. Bahkan dalam prinsip yang baru kusebutkan di paragraf sebelumnya, aku mengalami anomali. Berkat kehadiranmu tentunya, terima kasih.

    Baru kusadari sebelum aku mengamini prinsip tersebut, aku terduduk inferior setiap ada di dekatmu. Aku sulit mafhum dengan jebakan skenario ini. Bertemu denganmu adalah hal yang tak akan pernah kusebut sebagai doa dalam sujud panjangku. Untuk mengulang masa lalu, tidak.. Tentu saja aku tidak mau. Sepertinya Tuhan mendengar ketidakinginanku itu. Namun buruknya, Ia justru mengirimmu sebagai berhala yang lebih akbar. Yang hanya mampu ku sembah dan ku agungkan, tanpa benar-benar menampakkan balasannya. Acuh. Tak perlu waktu yang lama untuk menyadari bahwa sekte penganutmu beraliran sesat, aku berlari menjauh. Berlari menapaki jazirah kering beralaskan butiran pasir yang justru memperberat langkah. Di sana, kompas tak berfungsi dan angin berhembus tak menentu. Tak ada bintang selatan atau komet jatuh sebagai pedoman kemana harus melangkah. Aku praktis hilang,

    dan berakhir pada kepulanganku padamu.
    Kau membuatku arif dan gila dalam waktu yang sama. Menyembuhkan lagi menjadi candu.
    Memulas kebahagiaan pada carik memoria untuk menegaskan, "yang seperti ini bukan untuk kau miliki".
    Aku gila.

    Dalam ketidakwarasan, imanku adalah sajak yang berbicara banyak melalui bahasa yang sedikit.

    Siapa jang mengantarkan kita?
    Hati kita sendiri, lebih unggul dari
    derita, lebih unggul dari putus asa, lebih unggul
    dari sepi; ditanamnja pohon djeruk
    di pekaranngan bekas rumah kita, ditjoretkannja
    kapur penolak bala di tiap ambang pintu,
    lalu kita tusuk sendiri duabelah mata kita
    agar tak terlihat lagi adegan-adegan tjinta,
    agar tak sakit hati mengenangkannja

    Sapardi memberiku harapan 'Pada Suatu Hari Nanti'.
    Akan tiba waktunya seluruh berhala dihancurkan laiknya perjuangan kaum Islam untuk menebas konservatisme Jahilliyah.
    Akan tiba waktunya, waktuku, untuk itu.


    Menyukaimu hingga gila. Sungguh menyukaimu.
    Ditulis dengan instabilitas akut. Sial, mengapa harus seperti ini.


    Lara

    5.29.2013
    tidak lelahkah kita
    beraforisma, menyingkap lagi menyembunyikan
    membingkai yang sudah terkotaki
    rasa yang mengembang laiknya embun
    yang pecah pada sengat waktu

    tidak lelahkah kamu


    berbohong




    dia merindukanmu
    seperti rindumu pada diri sendiri

    yang katamu mati suri

    dia merindukanmu
    otaknya koma
    hanya bualan kata manis dan gombal murahan
    seperti pelacur-pelacur malam yang kedinginan
    yang ingin ia kirim
    melalui partikel udara pada keheningan


    ini menyiksa, katanya.




    Genuitas

    kamu kampungan

    tapi kabar baiknya, kamu selalu bisa jadi diri sendiri.


    di sini, aku dan topeng-topengku








    membencimu dengan khidmat

    Bintang-Bintang yang Berpergian

    7.18.2012
    Sedang tidak baik, dalam derai senyum dan bahak tawa.
    Sedang tidak baik, berkoherensi dengan yang lalu, atau yang akan.
    Keduanya tipikal, sudah biasa, tapi menyebalkan. Sebal oleh konstelasi pemikiran yang kita lukis sendiri dengan imaji sebagai telunjuk jari. Menghubungkan satu titik ke titik lain, membentuk rasi peristiwa yang berpendar dalam semesta langit bayangan. Rasi yang biasanya abstrak, dan bercerita tentang yang tidak bahagia. Kesemuanya membentuk paket yang kerap disebut kekhawatiran.

    Bapak, Ibu, hari ini; kita.
    Tidur dalam ranjang yang sama, menghangatkan selimut yang sudah hangat.
    Menapak jalan yang sama, meringankan langkah yang sudah ringan.
    Bercerita dengan bahasa cinta yang sama, dalam atmosfer yang kerap disebut keluarga.

    Bapak, Ibu, hari ini; kita.
    Esok, Bapak, Ibu, dan aku, adalah 'aku' yang saling menyendiri. Masih tekun menghitung kilometer yang pahit, masih tekun menyisir angka hari yang hambar. Menanti waktu dan tempat bertemu yang padu.

    Yang bermakna, saat menghisap puntung hidup bersamamu. Meregang memori yang tak ingin kuingat dalam asap yang akan bersenyawa dengan ketiadaan. Membakar yang harus dijadikan pelajaran dalam abu bertempat; tak berarti, tapi tak pantas dilupakan.

    Bapak, Ibu, hari ini; kita-baru mengenal makna, melalui selamat tinggal yang semakin sering. Selamat tinggal yang akan  menggantung di udara.
    Namun, telah kau wakilkan kehadiranmu dengan doa, dan itu cukup.
    Sungguh sangat cukup.
    Kita akan saling baik-baik saja, dalam rasi peristwa menyenangkan yang selalu kita impikan, jika kau percaya.

    Bapak, Ibu, ku tinggalkan kotak di depan pintu.
    Di dalamnya ada selamat tinggal yang lain.

    When Architecture Meets Movies

    7.12.2012
    Dalam posting sebelumnya, aku berjanji untuk melakukan suatu hal yang berguna. Oke, akan kucoba..
    Mari kita mulai dengan film-film yang mendapat perhatianku. Aku cenderung menyukai film yang memuat unsur arsitektur. Ya.. aku tergila-gila dengan arsitek. Dan bagian tubuh yang paling kusukai adalah.. Kantung mata! Kalian mengerti kan korelasinya?

    Mahasiswa jurusan arsitektur atau arsitek itu sendiri terbiasa bekerja dalam waktu yang cukup larut. Mungkin beberapa dari mereka marah kepada Tuhan mengapa Dia hanya menyediakan 24 jam untuk satu hari. Akan lebih baik jika kita memiliki 30 jam, waktu lebih untuk istirahat! Pernah kali itu, aku sedang berkirim pesan dengan salah satu kawan, mahasiswa arsitektur Undip. Kita sebut saja Teman Veda (TV)

    TV  : "Veda bisa bangunin aku ngga? Aku mau tidur bentar"
    V    : "Oke.. Mau dibangunin jam berapa emang?"
    TV  : "Mmm.. Sepuluh menit lagi ya. Pokoknya sampe bangun. Suwun lho (terima kasih lho)"
    V    : ....

    Sepuluh menit kemudian kami sudah tersambung lewat telepon

    V   :  "Seriusan banget tidur cuman 10 menit? Tidur macam apaaaa?"
    TV :  "Yang penting cukup buat merem. Aku harus ngumpulin maket jam 6 nanti. Kalo ngga aku bisa dibunuh dosen."

    Dan saat aku menutup telepon setelah pembicaraan yang -semoga- dapat memulihkan kesadarannya, jam menunjuk pukul 3.15 pagi. Epic job is epic.

    banyak begadang mengarah pada kantung mata yang membesar. Kantung mata yang membasar mengarah pada kerja keras yang (mungkin) mengenal lelah, tetapi mengesampingkannya. Arsitek menunjukkan bahwa seni membutuhkan kerja keras. Dua hal kesukaanku, seni dan kerja keras, yang melebur menjadi satu, arsitektur. Hal ini mengantarkanku pada film-film seperti

    1. 500th Days of Summer 


    Ini adalah salah satu film Indie terbaik yang pernah aku tonton, pertama kali diperkenalkan dalam Cannes movie festival. Pasti kalian sudah tau banyak tentang film ini. Singkat saja, untukku, film ini adalah film roman yang paling logis yang pernah ada. Seorang laki-laki bertemu dengan seorang wanita dalam sebuah kemungkinan yang sangat kecil. Si laki-laki merasa yakin dengan si wanita, tapi sebaliknya, si wanita tidak merasa demikian, dan tetap demikian meskipun telah melewati beberapa ratus hari dengan si laki-laki. Mereka menjalani sebuah hubungan yang inkonstitusional; tidak melalui deklarasi resmi (jaman sekarang sepertinya hal itu tidak terlalu penting juga), tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan murni terbentuk karena konsensus. Dalam film ini kita diantar ke dalam pemikiran bahwa terkadang bukan keadaan dan bukan orang lain yang salah, tapi sudut pandang yang kita gunakan. Hal ini tercitrakan secara sempurna dalam scene expectation vs reality. Selain itu, kita juga diajarkan untuk melihat dengan hati, memilih yang hati kita tunjuk untuk dipilih. Summer Finn dengan gaya classy, tempting, dan tidak mudah 'dibaca'. Tom Hansen dengan mimpinya sebagai seorang arsitek yang merasa beruntung menemukan Summer Finn. Komposisi yang pas.

    2. The Lake House

    Film roman lain dengan twist yang cukup untuk bikin kamu bete dan senang dalam waktu yang bersamaan. Film ini bercerita tentang TDR, Time Different Relationship dimana sepasang manusia saling jatuh cinta melalui surat yang dikirimkannya satu sam lain. Mereka hidup di tahun yang berbeda, dan tersebutlah kotak pos ajaib yang menghubungkan keduanya. Mereka bersaing dengan waktu, mencari kapan ia lengah, dan melalui hitungan matematis mereka berusaha mencuri kesempatan untuk bertemu. Mereka tadinya tinggal di tempat yang sama, rumah kaca di tengah danau buatan si laki-laki yang bekerja sebagai arsitek. Menyenangkan, menegangkan, mengharukan. Pertama kali menontonnya, film ini terus memenuhi kepalaku. Dan bagian terbaik dalam film ini: Keanu.

    3. C I N (T) A

    One sentence: watch it by yourself, and later come back to me for payback because I've asked you to watch this movie. EPIC. 

    So,selamat menonton! :) 

    Trash part 1

    Sekitar 230 bahasa di dunia ini. Aku berbicara dengan Bahasa Indonesia. Cukup baik dalam Bahasa Inggris. Tiga tahun mempelajari Bahasa Jepang,dan sehubungan dengan sahabat penaku yang berkewarganengaraan Perancis, Meg, aku kini mempelajari Bahasa Perancis juga. Tetapi jika kau tanya mana yang menjadi favoritku, sudah pasti jawabannya adalah Bahasa Jawa. 

    Dari banyak bahasa tersebut, tidak ku temukan satu kata yang bisa mendeskripsikan ini. Mmm.. Sebuah komplikasi konstan antara tidak ingin bernafas menghirup depresi tetapi tak bisa meluputkan diri dari rutinitas yang mencekik. Kesemuanya mengaduk-aduk, menjegal syaraf kesadaran, mengacau perputaran hormon, dan akhirnya menuntun hati dan otak untuk bersinegi agar tidak melakukan apa-apa. 

    Jika boleh ku deskripsikan dalam satu kalimat, antara ingin melakukan karena memang menginginkannya dan dalam saat yang sama, tidak ingin melakukan karena takut merasa bersalah. Mungkin dalam Spiderman, Peter Parker menyatakan dengan, 'that you feel so strong and weak in the same time'.

    Baik baik.. cukup untuk posting yang sampah. Mari kita coba melakukan hal yang lebih berguna :) 

    Tentang yang Masih Melekat

    7.10.2012

    Ini yang selalu ingin kulakukan; memelukmu dengan hangat untuk sepuluh menit ke depan. Bermain dengan tanganmu, mengisi ruas-ruas jarimu dengan milikku untuk sepuluh menit lainnya. Melingkarkan lenganku di tulang lehermu, dan bersandar untuk puluhan menit berikutnya. Setelah genap satu jam, akan kubuat pengakuan bahwa berada di dekatmu adalah tempat ternyaman sedunia. 

    Layaknya savana dengan mata air. Di dekatmu aku merasa lapang, dalam jarak yang bertaut dan menyesakkan. Menyejukkan, membuai dalam kepengapan. 

    Hanya bersamamu pembicaraan tentang filsafat atau revolusi ekonomi Cina dan sejenisnya akan sangat gagal. Bersamamu, kita tak akan pernah membicarakan kontroversi keberadaan Penembak Misterius yang masih eksis di Irian Jaya. Kita tak akan pernah membicarakan betapa aku mengagumi Goenawan Mohammad dan syair-syairnya dalam Tuhan dan Hal-Hal yang Tak Selesai. Tak ada diskusi ilmiah dan seni. Tak ada pembicaraan cerdas.

    Dan aku terbiasa memilih membuang momen-momen tak bermanfaat seperti itu. Tetapi bersamamu, pembicaraan sampah pun tak akan pernah kulewatkan.

    Istimewa. Sekalipun kamu tak mengenyam filsafat dan seni, tak hobi bermain teater, tak pandai menenun frasa. Sekalipun kamu bukan mahasiswa jurusan arsitektur yang mahir melukis sketsa. Sekalipun kamu tak mengerti musik 70's mancanegara. Sekalipun kamu tak meraih IPK tiga koma lima. Sekalipun kamu sudah berdua dan kenyataan bahwa kita tak pernah benar-benar bersama, kamu masih istimewa.

    Mereka bilang, 'sudah tiga tahun'. Untukku, 'baru tiga tahun'. 

    Jaga dirimu baik-baik.

    Teguh yang Salah dalam Sebuah Stagnansi

    Awalnya aku selalu mencari sebuah kehidupan yang berharga; bermakna, berbicara tentang suatu pilar prinsip yang melahirkan keberanian dan keangkuhan untuk mempertahankannya. 

    Aku, seorang liberalis, pasti kalian sudah tau itu. Keputusanku untuk menjadi seorang pengelu kebebasan adalah, karena untukku, perspektif terbaik adalah dengan menjadikan pribadi insan sebagai fokus utama dalam perputaran semesta. Pengelihatanku yang paling sempurna, demikian juga dengan pendengaran dan perasaan. Pergerakan dunia yang menyesuaikan iri dengan indera. Orang bebas berkutat dengan pemikiran dan prinsipnya, karena itulah yang membubuhkan makna dalam realisasi hak asasi manusia. Mereka berhak, dan itu adalah hal kodrati. Bagaimana seseorang menentukan jalan yang akan dilalui, batu yang akan ditapaki, gerbang yang ingin dia lewatkan, itu sepenuhnya, hak yang melekat secara kodrati. 

    Siang ini, seperti biasa, mereka beradu kata. Berusaha memperebutkan label menang yang merefleksikan kebenaran, atau kalah; dalam hal ini, a contrario, kalah akan selalu berarti salah. Pertengkaran yang sangat biasa, yang justru telah menjadi salah satu komposisi esensial dalam keseharian. Tanpanya, kikuk, tak biasa, tak lumrah. Ibu akan selalu lebih sering kalah daripada menang. Dia salah, selalu. Jika tidak demikian, justru keadaan jadi kikuk, tak biasa, tak lumrah. 

    Dalam kontemplasi, aku menyadari bahwa kesalahan yang periodikal adalah teman baik Ibu. Lambat laun, ide yang meletup adalah sebenarnya Ibu tak selalu salah atau tertinggal dalam materi yang diperdebatkan. Ibu selalu salah dalam menyajikan masalah dalam sebuah perdebatan. Caranya. Dia selalu menjadi dirinya sendiri, sesuka hati. Membentuk gambaran yang oleh sel otaknya dinyatakan sebagai apa yang benar. Mungkin dia lupa dia sedang tak bermonolog. Dia membebaskan dirinya dalam perdebatan yang tak bebas. Dia liberal dalam sebuah kekangan. Dan itu merujuknya pada falasi.

    Kita harus menyesuaikan liberalisme itu. Dia akan tumbuh, seperti pohon yang kian rindang dan menjelma menjadi kanopi, menjulang. Namun bukan berarti kita tak dapat memangkasnya. Mengendalikan pedal, itu yang harus dilakukan untuk bertahan. Karena kita hidup tak sendiri. Karena manusia adalah serigala bagi manusia lain, setidaknya demikian ucap Thomas Hobbes melalu frasa ‘homo homini lupus’-nya yang sangat termashyur. Manusia adalah makhluk sosial, dan aku benci mengakuinya. Dan jika mau merunut, kehidupan antar pribadi adalah sebuah conditia sine qua non, sebuah kasualitas. Aku hidup karena ayah dan ibu. Ayah dan ibu adalah sebuah komplemen. Sebuah rantai sosial dengan ketidakberhinggaan.

    Terlepas dari ide ini, aku akan tetap, dan selalu menjadi seseorang yang tak sepenuhnya.

    Referensi

    1.04.2012
    bloggyple, mari simak beberapa buku yang sedang aku cintai akhir-akhir ini. ini merupakan buku-buku yang bisa dikategorikan ke dalam genre seni dan filsafat. sebelumnya, thanks untuk teman OKK-seorang filsafat UI- yang sudah mau memperkenalkan saya-secara tidak langsung-dengan Goenawan Mohammad. yey!




    Indonesia Proses
    sesuai judulnya, buku ini menceritakan tentang filsafat transformasi yang terjadi di Indonesia. membaca buku ini seperti melakukan flashback ke masa pembentukan Indonesia-hampir di segala aspek-atau dapat disebut secara holistik. melalui buku ini, aku mulai mencari referensi lain tentang filsafat pemikiran para Fouding Fathers nya Indonesia. pemikiran Soekarno tentang marhaenisme, menurutku, masih yang paling menarik. ini buku pertama yang temanku pinjamkan.



    Teks dan Iman
    buku ini mengulas tentang dunia penulisan-dimana aku banyak men-skip bagian ini. bagian tentang iman sangat menarik, memberi jawaban mengapa banyak orang sukses terdoktrin dan berevolusi menjadi atheis.




    Debu, Duka, dsb
    yang satu ini sepertinya masih tergolong baru, karena baru muncul di galeri salihara. buku ini banyak mengulas tentang bencana yang banyak menelan korban jiwa-awal dari segala prahara dan nelangsa, yang kemudia dikorelasikan dengan eksistensi Tuhan yang didalih sebagai Yang Mahakuasa; Yang Maha mampu menciptakan segala yang diinginkan-Nya, termasuk di dalamnya kehendaknya atas penciptaan petaka bagi manusia. secara implisit, penafsiran yang salah terhadap kandungan buku ini bisa menjadi alasan-mengapa-seseorang-adalah-atheis episode 2.


    jika anda ada di Kota Depok, coba beli koleksi buku Goenawan Mohammad di TMBookstore karena anda mendapatkan layanan sampul buku gratis. untuk referensi filsafat lain, toko buku Gramedia memang lebih lengkap namu koleksi buku Goenawan Mohammad tidak cukup memuaskan. Oya, harga buku-buku ber-genre ini lumayan mahal, jadi jika anda punya teman yang memiliki buku ini, saya sarankan untuk meminjam. selamat membaca!

    Paradoks dalam Tiga

    Mungkin judul postingan ini terdengar seperti pembukaan pada awal narasi filsafat, namun sebenarnya bukan.

    Paradoks, mewakili kejadian yang aku anggap sebagai hitamnya putih. Kejadian yang sangat berlawanan dengan hakikat'nya'.
    Empat, karena paradoks ini aku temukan tiga (3) Januari lalu.

    kala itu aku sedang dalam langkahku menuju halte spekun (sepeda kuning) di belakang MUI setelah mengikuti latihan presidium untuk mubes (musyawarah besar) LK2 FHUI. dan tiba-tiba seseorang yang mengaku sebagai gadis cantik-penghuni rumah antik-a.k.a karlina, menelpon dan menyalak buas.

    dalam sambungan telpon kami, dia menumpahkan semuanya. menurut dugaanku, sebelumnya dia telah memendam kepenatan itu dengan dalih.. "okee.. aku adalah orang yang selalu bahagia, yang bodo amat sama masalah dunia. aku selalu merasa gembira, karena demikianlah dukungan semesta kepadaku. ini hanyalah bukan aku yang aku. inilah aku yang separuh kerasukan veda. untuk menjadi aku yang aku, aku harus santaiiii seperti di pantaiiii, asiiiik seperti di tasiiiik"

    "sumpah kun aku ngga ngerti kenapa aku ngerasa kayak mau UM.. aku ngerasa harus ngedapetin itu, kalo nggak aku mesti dimana lagi. aku ngerasa kayak ada sesuatu yang aku kejar, tapi aku nggak tau apa yang aku kejaaaarr. rasanya capeeekkkk! kemaren aku gabisa ngerjain fisika. hari ini anfis (anatomi fisiologi) juga gabisa. aku ngga ngerti lagiiiii.. kayaknya semua persiapanku itu bohooooooonnggg"

    dan untuk kemudian, gejala seperti di atas aku sebut sebagai over-insecure dan move-on-disability syndrome.

    aku merasa, karlina bukan seperti karlina. benar katanya, dia lebih mirip aku. aku yang sehari-hari, aku yang biasanya, yang selalu tegang menghadapi segala tes, ujian, lomba. yang selalu siaga, apapun itu yang akan aku hadapi. benar katanya, mungkin kita sedang 'soul exchanging' atau apalah yang maksudnya bertukar jiwa.

    masih basah dalam ingatan betapa stress nya aku menjelang ujian snmptn, dengan pakaian lusuh, rambut tidak disisir, dua hari tanpa mandi, mata yang berkantung. aku menjelma jadi orang gila; kata karlina. dan semuanya seperti terbalik. untuk saat ini karlina lah yang ada di posisi ku. dalam sambungan telpon kami, dia meneriakku, dia berhisteria..

    satu hal yang aku pelajari adalah bahwasanya manusia itu memanglah dinamis. terlebih lagi untuk kami yang masih duduk di bangku kuliah. ini benar-benar masa transformasi dimana ujian tidak bisa lagi kamu hadapi dengan sistem SKS (sistem kebut semalam), dimana kamu tidak bisa hanya berangkat-lalu-pulang kuliah untuk memaknai hidup, dimana prestasimu tidak dilihat hanya dari IPK namun juga keaktifan kamu di luar pembelajaran kuliah, dimana kamu menghadapi segalanya dengan lebih dan lebih dewasa

    siapapun itu, bagaimanapun wataknya, harus merasa bagaimana itu di bawah. jika tidak, dia tidak akan tau bagaimana rasanya di atas. ini adalah suatu perbandingan.. apakah mungkin kamu bisa menilai seseorang itu gemuk jika kamu tidak melihat pembandingnya, yaitu seseorang yang bertubuh seperti tongkat pramuka? kita baru akan mengerti bahagia adalah bahagia ketika kita telah merasakan sedih yang menelangsakan. kita baru akan merasa sukses itu sukses ketika kita telah pernah mengalami gagal yang menjatuhkan sebelumnya.

    dan pada akhirnya saya merasa bahwa 'paradoks' bukanlah kata yang tepat untuk mewakili semua ulasan ini. mungkin yang lebih tempat.. 'komplemen'?

    adalah suatu profesionalisme

    12.12.2011
    selamat malam para bloggyple.

    jarum jam sedang menunjuk angka 12:28, yang terpaku seperti pencuri tertangkap basah.
    saya sendiri sedang berkutat dengan keypad laptop yang setia menyusun rentetan pasal dengan bahasa-bahasa hukum yang purba.

    saya sedang bersama si bapak juara, begadang menyelesaikan surat kuasa, perjanjian, berita acara dan sebangsanya. oke.. ini sangat membosankan. epik.

    lalu apa yang membuat bapak dan saya tetap berkutat dengan hal yang dinobatkan dapat meneybabkan kerontokan rambut permanen ini?

    adalah suatu profesionalisme, yang selalu dielu-elukan si bapak sebagai sebuah karakter yang harus dimiliki oleh seseorang secara hakiki - dalam pekerjaan apapun itu.

    menulis di blog kali ini pun menjadi salah satu kesempatan saya untuk mengelabuhi rasa kantuk. hah.. rasa kantuk ini epik sekali. secara metaforis, rasa kantuk ini seumpama berlari di atas treadmill yang tidak bisa dihentikan ketika tulang-tulang kakimu mulai berlepasan dari persendian, dan minyak sinovialnya mulai bercecer..

    espresso bisa membuat mata tetap terjaga, namun stamina yang memang sudah surut tak bisa digantikannya.

    perih mata ini.. serius perih sekaleeee \m/

    saya masih duduk di atas kursi kayu berbusa, dengasi lappy di atas hamparan meja besar, dan si bapak juara sedang bergulng-guling di kasur menyusun klausula hukum yang indah nan merdu jika dibacakan. lebih mirip membuat surat cinta sebenarnya.

    prosesi tengah malam ini pun tidak berlangsung khidmat. kekhusukkannya terganggu oleh ketidakterimaan bapak ketika saya mulai menggosok-gosok pipi, menguap, mengucek-ucek mata dan menguap yang mana merupakan ekspresi dari kelelahan. OKE.. saya tidak memiliki kebebasan untuk berekspresi.

    tapi yang saya pelajari dari malam ini adalah, bahwasanya 'hidup tiada mungkin tanpa perjuangan'

    bapak sedang sering mengujungi jakarta sehubungan dengan kasus yang sedang ditanganinya. dan perlu saya tekankan bahwa.. hukum itu keras.

    hanya Tuhan yang tahu betapa piciknya hukum dan politik itu.

    singkat kata, perjalanan penyelesaian kasus ini tidak berjalan mulus. banyak bongkahan batu kali yang setia menghalangi. tapi yang selalu bapak tekankan adalah, bahwa jalan yang lancar tanpa halangan justru biasanya tidak mengantarkanmu kemana pun.

    saya tidak bisa lebih tidak setuju dengan ini.















    *tiba-tiba bete*
    *posting postponed*

    The Renaissance

    12.09.2011
    gutten nacht, bloggyple! jumpa lagi kita setelah dua tahun hubungan komunikasi sempat terputus. well for the beginning, is there anyone who misses me? :)

    firstly, I wanna give an honest acknowledgement that.. I long this virtual world! definitely. aku cukup merindukan kebebasan untuk bercerita - sebebas-bebasnya namun tetap bertanggung jawab - dimana kamu bisa bercerita tentang apapun yang kamu inginkan, dan tetap dibaca orang lain, namun pemberian careless judgement oleh mereka dapat terminimalisir. that's simply cool! sempat melupakan betapa menyenangkannya berbagi lewat blog :)

    sekarang kita bertemu lagi dalam situasi, tempat, dan waktu yang sangat berbeda. aku - meskipun ini bukan tujuan hidup utamaku - telah berkuliah di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu hukum. perkuliahan ku sudah berjalan kurang lebih hampir satu semester, dan.. sudah cukup banyak informasi, wawasan, dan pengalaman yang aku eksploitasi dari kehidupan mahasiswa.

    berbicara tentang kehidupan mahasiswa, aku bisa memberikan 3 kata yang mampu describe 'it' the best, yaitu, kontribusi, dewasa, dan seimbang. mengapa kontribusi? kontribusi adalah hal paling vital yang notabene, mahasiswa merupakan para oportunis dengan peluang paling besar untuk merealisasikannya. kontribusi secara harfiah, berarti pemberian, turut berpartisipasi, turut menyumbang. dan iniliah yang sesungguhnya menjadi amanat utama yang diselipkan di balik ke-maha-an sang mahasiswa. mahasiswa itu muda, gesit, kreatif, dan berprestasi. itulah - yang dalam ekonomi disebut sebagai 'ekuitas' atau 'aset' - menjelma menjadi modal utama yang akan sangat disayangkan jika tidak dipergunakan secara optimal, apalagi ditumbuhkembangkan.

    aku ingat, kala itu workshop perekrutan BEM FH UI dengan menghadirkan seorang pembicara yang sungguh membuat orang berucap 'subhanallah' ketika mendengar cerita hidupnya. beliau adalah lulusan Fakultas Psiklogi UI, aktivis BEM UI, dan mendapat julukan sebagai harimau perjuangan (kalo tidak salah). beliau sempat melontarkan quote yang cukup menusuk sehubungan dengan kesakaralan jakun yang masih dikagumi oleh mahasiswa tahun pertama sepertiku (baca: jaket kuning-jaket almamater UI). quotenya sebagai berikut :

    "jaket kuning ini baru benar-benar bermakna, ketika jaket kuning ini basah akan linangan air mata masyarakat Indonesia yang telah kau manusiakan hidupnya"

    singkat cerita, beliau pernah menjadi relawan penolong korban banir bandang di salah satu kota di jawa barat dimana beliau dengan kawan-kawan sesama aktivis BEM menyumbangkan puluhan kilogram bahan makanan, obat-obatan, dan yang tak kalah penting; dorongan serta motivasi bagi masyarakat untuk tetap bertahan dan bangkit untuk memulai hidup yang lebih baik. mengapa demikian? karena saat itu, banjir tersebt telah menimbulkan banyak kerugian dan menyebabkan orang hilang.

    yang kedua, dewasa. mengapa dewasa? dewasa, menurut saya, merupakan salah satu unsur legitimator dari keberadaan mahasiswa. mahasiswa dalam mengambil tindakan, tidak hanya membutuhkan pertimbangan secara pemikiran namun juga perasaan. dari sini kita ketahui pun kedewasaan yang dibutuhkan meliputi kedewasaan secara mental, logika, dan nurani. tanpa unsur ini, hidup mahasiswa akan rentan mengalami goncangan di tengah kemelut kesibukan organisasi, kegiatan akademis, pergeseran pandangan hidup, dan derasnya arus ambisi yang memenuhi life plan agenda. kedewasaan itu sangat penting, percayalah. dan aku sedang mempelajarinya.

    yang ketiga, seimbang. hal ini secara eksplisit sudah mengidentifikasi pentingnya pembagian porsi - dalam hal apapun itu - sebagai seorang mahasiswa. porsi belajar, porsi organisasi, porsi pacaran, porsi makan.. oke, meskipun semakin lama semakin keluar dari jalur formal, namun harus aku akui bahwa hal-hal yang sudah aku sebutkan sebelumnya memang perlu diatur porsinya. mengapa? karena ketika kamu mengidap penyakit 'susah kenyang', yakinlah bahwa itu benar-benar sebuah penyakit.. bagi keuanganmu.

    yang jelas keseimbangan sangat diperlukan. keseimbangan membuat kita tetap on track pada tugas utama sebagai mahasiswa, yaitu belajar dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. keseimbangan bukan berarti porsi yang sama, namun porsi yan tepat, yang artinya tidak semua hal harus disamaratakan, namun semua hal harus diatur sesuai prioritasnya.

    betapapun kamu mencintai futsal, kegiatan perkuliahan harus tetap berada di skala prioritas lebih tinggi darinya. kata bapak petugas biro pendidikan saat saya ingin mengubah jadwal kuliah demi futsal, "mbak.. kamu mau lulus jadi sarjana futsal atau sarjana hukum, sih?" *straight face*



    itulah.. hal-hal yang esensi harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. ketika hal-hal tersebut tidak dimiliki, seolah makna dibalik mahasiswa mengalami kelunturan. MAHAsiswa, kita sudah cukup kurang ajar dengan menyamakan titel MAHA yang biasanya hanya dipakai oleh Tuhan. jadi? mana pembuktian atas ke-MAHA-an tersebut? buktikan.

    welcome fuck-ation --> dibaca kaya vacation

    6.27.2010
    hello blogyple, akhirnya aku semangat buat nulis lagi nih :)

    awalnya aku udah agak males nih ngurusin blog, soalnya aku mikir kok malah sering curhat masalah pribadi gini. cuman, ya emang itulah tujuannya dibikin blog, buat berbagi, tapi tetep harus tau batesannya, mana yang pantes jadi konsumsi publik dan mana yang pantes jadi konsumsi pribadi >> (inget ve, tanamkan dalam hati ! go anti ababil !)

    so blogyple, ini adalah hari ke-7 dari 21 hari liburan kenaikan kelasku. liburanku suram temaram, karena di hari liburan ini aku dapet hukuman. tepat seminggu yg lalu aku terima rapot semester 2. hari itu temennya papaku (sebut saja joko) diminta mama papaku ngambil rapot, karena mereka berdua sedang sibuk melakukan 'sesuatu'. 'sesuatu yang wagu' tepatnya. jadi mamaku lagi ngambil kuliah di bidang kenotariatan buat memperebutkan gelar MKn (magister kenotariatan). tepat hari penerimaan rapotku, beliau mengikuti ujian lisan buat syarat kelulusan. dan yang 'wagu' adalah, papaku yang jadi penguji-nya (?)

    wagu to ? hawane ki do fekok-fekokan ok #prihatin

    kembali ke masalah terima rapot
    jadi om joko ini penampilannya glamour bgt deh, mobilnya banyak, harta melimpah, orang memanggilnya bos eksekutif (cuplikan lagu bento-Iwan fals)
    nah menurut pengamatanku, kayaknya ni orang pedofil. soalnya dia genit banget sama anak dibawah umur, tragisnya, dia genit juga sama aku, huks huuukss ;(

    aku heran kenapa perjalanan cintaku segini menyakitkannya. kalo ini namanya bukan batu kerikil tapi batu kali !

    yaudah pokoknya gitu, aku gilo deket-deket sama si joko ini. pas aku udah dipulangin aku berteriak lega, bersujud, dan bersyukur. tak lupa dengtan sumpah serapah spesial buat joko. jgn paksa aku cerita gimana detailnya, aku gamau mengingat-ingatnya, terlalu menyakitkaaaaannn *lebay*

    inti dari penerimaan rapot adalah hasil dari rapot itu sendiri
    nilaiku meningkat kok bloggyple, tapi gatau kenapa rankingku turun. itu artinya peningkatan temen-temen sekelasku jauh, jauuuh lebih banyak daripada aku :(
    dan ternyata papa mamaku ngga ngegampangin masalah ini. berikut sedikit cuplikannya ..

    papa : (pulang dr ujian kenotariatan yg fekok-fekokan) wah ini dia anakku, rapotmu sangat membanggakan ya
    aku : (lg di dpn PC) (mbatin, apa si joko salah nunjukin rapotku, apa joko malah ngambil rapotnya faila yg notabene dia jadi ranking 1 di kelasku ? )
    papa : tau ga ? tadi waktu joko telepon papa, ngabarin ttg hasil rapotmu, papa langsung lemes. kepala langsung cenut cenut. papa bener2 kecewa dek sama kamu
    aku : (oh jadi tadi itu sindiran >> dalam hati) (blm sadar sama situasi yg dihadapi soalnya lg sibuk nonton youtube)
    papa : papa gamau nanda-tangani rapotmu ya. sana minta tanda tangan tukang mbecak aja ! (nada meninggi)
    aku : (terperanjat, menyiapkan diri untuk perang mulut) hahhh ? kenapa sih pa ? jangan hiperbola to pa ah
    papa : hiperbola apa ? kamu ga malu sm adek-adekmu yg ranking 1 semua ? kamu tuh gabisa menjaga amanat, ga tanggung jawab pula
    (percakapan selanjutnya tidak dapat dipublikasikan sehubungan dengan efek negatif untuk para pembaca)

    jadi intinya itu. aku baru sadar ternyata hal ini menampar banget buat papa. orang yang selama ini jadi motivator terhebat buatku biar terus berprestasi. orang yang demi dia, aku mau nukerin hidupku biar eksistensinya di dunia ini tetep berdiri. jujur, menyesal banget rasanya bikin beliau segitu kecewanya. bikin liburan ini begitu hambar karena serasa ada jurang yg misahin aku sama dia.

    sejak hari itu aku mantepin hati buat nebus semua salahku di kelas 3 nanti. aku bener-bener mau serius sama teknik nuklirku (amin). aku pengen belajar yang bener, at least biar aku bisa ikut jalur prestasi atau sejenisnya lah, yang biayanya ga terlalu mencekik. di umurku yang ke-15 ini aku udah ngrasa 'pekewuh' banget ngrepotin orang tua, entah kenapa. mungkin karena udah 15 tahun ini mereka ngasih aku banyak hal, tanpa pamrih, dan 15 tahun ini aku belom bisa ngasih balesan yg setimpal


    maaf ya pa, mungkin aku terlalu gengsi buat ngomong langsung (please deh ya nih sifat anak keturunan dari orang tuanya loh hehe xp)
    tapi kalo papa mau tau, aku jg kecewa sama diri sendiri, jadi, bantu anakmu ini buat berdiri lagi ya :)

    tadinya liburan ini aku udah berencana buat ke surabaya, liburan sama kakak sepupuku yang binal, irma. aku udah nyiapin banyak dress lho padahal ;(
    cuman setelah awalnya papaku ngelarang buat liburan, kemaren papa nawarin lagi mau berangkat ke surabaya kapan. di titik ini aku bener-bener ngerasa berdosa, dia masih bisa sebaik itu sama aku ya Allah

    akhirnya aku mutusin buat liburan di smg aja. renang, basketan, lari, sit up dan sejenisnya, biar langsing :D

    hujan siang ini

    5.21.2010
    hari ini hujan, aku tau dia sengaja datang, sekedar untuk menemani

    sesungguhnya darimana air hujan itu berasal ?
    apa langit menangis meratapi belantara ?
    apa cakrawala kecewa dengan dunia ?
    apa mega mulai berputus asa ?

    tunggu

    atau karena cintanya digantung oleh orang yang diperjuangkan ?
    yang berjanji namun mengingkari, yang mengajak namun kini dia beranjak
    atau karena dia kalah dalam suatu kompetisi yang dia dambakan ?
    yang katanya punya kualifikasi ketat untuk sang pemenang, namun kursi terbaik tetap diduduki oleh eksistensi uang ?
    atau karena keluarga-habitat primernya mengalami perguncangan ?
    yang selalu ingin disebut dgn keluarga harmonis namun itu tak lebih dari elegi tragis

    hei langit, berceritalah, mari kita bagi semuanya

    hari ini aku menangis
    karena perasaanku masih tegap bergantung pada harapan itu
    hari ini aku kecewa
    karena kemenangan itu dicuri oleh hedonis dan kolusi dariku
    hari ini aku putus asa
    karena mereka masih menuntut untuk lebih dipahami daripada memahami

    aku yakin kamu akan memutarbalikkan pertanyaan, iya kan langit ?

    kenapa tidak ditukar saja peranku ? kenapa harus aku yang digantung jika aku bisa jadi yang menggantung ?
    karena ini adalah pilihan, yang di dalam sini yang memilih, bukan logika, tapi sesuatu yang lebih imajiner : perasaan
    kenapa tidak kulelang saja kemenangan itu dengan harga yang lebih tinggi ? toh ini juga termasuk kompetisi
    karena yang dilombakan disini adalah kemampuan, dan ini bukan kompetisi harta
    kenapa tidak kau bertindak seperti mereka ? kau juga punya hak untuk dipahami
    karena aku cinta ..

    karena aku selalu ingin belajar, segala macam hal. aku ingin bisa lebih bersabar hati, lebih bisa ikhlas, lebih bisa memaknai hidup dengan menjadi orang yang bermanfaat

    dan karena kita hanya memiliki pilihan dan kesempatan, tapi keduanya memiliki persamaan : selalu ada resiko yang membuntuti

    ah bulshit ! aku tau langit, kamu mengaduh dalam batin

    sekarang biar aku yang bertanya
    untuk apa kamu mengguyur pertiwi dengan ribuan liter air ? tidakkah kamu mengenal laut, hei langit ? kita sudah punya pasokan air yang cukup



    karena itu jalanmu langit

    dan aku, aku punya jalanku sendiri
    karena hidup itu seperti sepeda : harus tetap berjalan agar seimbang
    jika lelah, duduklah dan beristirahat. menangislah
    tengok ke belakang sekedar untuk mengingat seberapa jauh yg sudah kau tempuh, sekali saja.
    seterusnya, kamu harus berjalan maju


    hey langit, mari kita berbagi cerita





    karena juga itu yang aku rasa

    wake up ;)

    5.20.2010
    amicu bloggeeerrsss ! alhamdulillah puji Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang, akhirnya tagihan internetku tuntas tas taass ;)

    well sebenernya udah 3 bulan ini di kertas tagihan internetku ada 7 angka yang tegap berderet dengan senyum licik penuh hasut yang bikin aku ngerasa berdosa sama mama papa karena ngga bisa ngendaliin hasrat buat online. di bulan ketiga tagihanku ngga dibayar dan akhirnya dibulan ke empat ini kalian bisa liat kan ? aku udah bisa posting lagi, hurraaayy *dancing

    setiap saat selalu ada yang pengen aku ceritain, tapi kehambat sama tagihan nunggak, jadinya aku lupa mau cerita apa hahaha

    oya by the way tokoh 'budi si mesum' ini udah hengkang lho dari hidupku. so one day my father was coming to my school without telling me about this whole shit ! dia melapor, menindak lanjuti, mengkaji, menganalisa .. ( kok kaya laporan kerja ilmiah gini -,-)

    ya intinya masalahnya udah clear. aku bersyukuuur banget, terimakasih Tuhan
    sekarang si budi malah gaberani ketemu aku, awalnya aku jadi ngerasa gaenak, tapi yaudahlah, jangan memperkeruh suasana, kata evany sofia prameswari

    oya aku baru bikin twitter nih, if you don't mind, please follow @vedaddict :)
    btw emang sebenrnya aku gamau bikin nih akun, tapi waktu mau daftar m3 academy kok syaratnya harus punya twitter, mm lucunyaaa

    by the way I'm joining english camp at salatiga, being candidate from smaga to meet the minister (dont ask what minister -,-), mohon support dan doanya biar pasokan turbo atau extra joss dan sejenisnya lancar, soalnya mendekati UKK (Ujian kematian dan Kesengsaraan) malah banyak project huuukkss

    yaudah, I think that's all. see you at the next post ;)

    random shit

    4.25.2010
    hello every single blogger, we meet again :)
    baru mau posting lagi nih, tepatnya baru siap buat cerita lagi

    well, aku mau ngasih kabar terbaru tentang pertandingan DBL smaga yang sebenernya udah kadaluarsa. mmm kenyataannya kita kalah. kenyataannya kerja sama tim basket kita ga terbagi dengan rata. sepulang pertandingan, kita berusaha setegar itu, berusaha buat ga nangis, berusaha buat mengimitasi perasaan. kecewa ? pasti. tapi mungkin memang ini jalannya. pasti mereka yang juara itu udah berkorban jauh lebih banyak daripada kita, jadi mereka yang pantes lanjut ke babak selanjutnya. semoga kejadian ini bisa mendewasakan diri baik buat personil tim basket maupun buat semua orang

    semoga



    aku tau mereka kecewa, mereka yang dengan ketangkasannya mengoper bola basket di atas lapangan. aku tau bener rasanya. kenyataanya aku jg kecewa

    aku dengan kepercayaan kalo hubungan ini bisa dibawa ke arah yang lebih berperikemanusiaan, dikecewakan sm orang yang tadinya udah aku perjuangin setahun ini. hari itu aku di puncak dari kejengahan akan hubungan yang ga berujung ini. hubungan yang bikin hati meradang. bikin mata ini lebih pantes disebut sumur kering. bikin wajah ini kusut kaya kain kafan. bikin badan ini lebih sering dipanggil dengan sebutan tiang listrik.

    menit dimana aku mempercayakan diri sendiri kalo cewek itu emang takdirnya dikasih ketegasan, aku nyoba nyelametin diri sendiri, berusaha bikin hati ini plong, seengaknya ga berasa kaya daging beef nyelip di celah gigi: ngganjel. aku nyoba ngontak dia.

    dan hasilnya



    nihil



    putus asa



    oke aku gamau nglanjutin bagian ini, bitch




    so, besok tanggal 26, hari pengumuman UAN se Indonesia. aku cuman bisa ngedoain biar smaga lulus 100% amiiinnn

    dan besok sebenernya aku ulangan biologi 3 bab sama ulangan bahasa jepang
    ya secara otomatis karena aku anak IPA aku lebih prioritas ke biologinya. udah aku pelajarin sejak 3 hari yang lalu menn, aku apalin tuh buku diktat yang tebelnya nyaingin buku ensiklopedia. aku pakein tuh highlight warna pink yang norak dan ngerusak mata. eeeeehhhhhhhhh lha kok ternyata ulangan biologinya dibatalin !!

    temenku pada nyebut alhamdulillah haleluya atas nama roh kudus dan iblis demak, aku hawanya pengen nangis daraaahh !! wtfffffffffffffffffffffff

    sedangkan ulangan bahasa jepangnya tetep padahal hiragana aja udah lupa huukks ya Allah kenapa bisa begini ? kenapa rosalinda mati ? ;(




    Be to the Te to the Max

    short story of long worry

    4.15.2010
    It was an undefined Wednesday. You were with your friends and I was with somebody else. We both were on the same time, same place, same clothes, and same aim but if we talk about your feeling, was it same too?
    Then I just took a walk into lavatory, and I saw a girl, with her red sweater
    Then I just took a look at her, and I inspected on her closely
    Then I just took a breath cause felt like there was something stabbing my chest
    Oh God she was damn beautiful
    Her straight hair, slim body, and the big eyes
    which I always dreaming of can be possessed
    her lips was so pink, and thought crossed my mind
    if I never touch those fuckin dope
    and she was just an expert in basketball like you do
    if I never quit from the team at the beginning of the year
    and she was pretty kind of adult girl
    if I never been such jealous, envy, stubborn, and selfish

    may you smile on me once, at least ?


    and she was ..
    a girl-who-loves-you-so-much-and-she-can-be-that-brave-to-tell-about-her-feeling

    and I just

    coward

    DBL - Deteksi Baskteball League 2010

    4.12.2010
    halo para pencurhat virtual, aku mau posting lagi nih. tulisanku kali ini bakal ngebahas DBL alias Dude Budi Lajang haha bukan bukaaan, DBL ini adalah basketball match yang asal muasalnya dari surabaya. jadi para juaranya nanti bakal di karantina buat dikirim ke luar negeri (sumpah aseeekk banget)

    jadi kemaren tanggal 11 April 2010, hari Minggu 'basah' karena diguyur hujan deras (kenapa basahnya pake petik anyway ?) dan langit kelam sehitam kulitnya majid, aku dan para sapi berkumpul di smaga buat ngasih support spesial kepada para pemain

    sama seperti langit hari itu yang lagi ikut earthour makanya keliatan gelap, kita janjian pake baju warna item sama supporter yg lain. jadi ceritanya yang cowok pada nebengin yang cewek gitu deh. yowes aku berusaha sekuat tenaga cepet-cepetan nyari temen cowok yang jok belakangnya masih kosong. dan ternyata saudara-saudara, jodoh emang ga kemana, aku kebagian ajib huuukkkksss ;(

    sekilas profil narapidana yang beruntung memboncengi saya :
    nama : ajib sari putra
    panggilan : pagi --> ajib
    malam --> sari
    TTL : Brooklyn, 1 Mei 1993
    status : single but available
    alamat : Manyaran daerah para buangan
    kejahatan :
    - menghamili kambing pak lurah
    - mencuri air untuk mandi
    - membobol kilang minyak (bisa dilihat dari konsentrasi minyak di wajahnya yang mirip martabak baru keluar dari penggorengan)

    ajib ini adalah narapidana bispak. jika berminat hubungi admin dari blog ini. harga nego. for serious customer only ! remove tag for feel free

    ini saya masih ada berkas fotonya, tertarik untuk melihat ?
    tapi jangan kaget ya saudara-saudara, please please jangan kaget, aku tau banget kalo ini lain daripada yang lain, mengejutkan, heboh, luar biasa, bombastic, pokoknya pleaseee demi Tuhan aku butuh banget uang itu fernandez. maaf maaf penyakit saya kambuh.

    jadi, tertarik untuk melihat ? mohon siapkan sebuah buku tahlil, tasbih, dan air putih segelas untuk mengantisipasi resiko yang dapat terjadi
    dan, taraaaaaaaaaaaaaaaaaa



    gimana ? jelek kan ? hahaha tapi aku yakin semua cowok itu tampan, mereka cuman gatau cara menampilkan ketampanannya itu, hahahaaa maaf ya jib maaaff wakwakwak






    oke, lanjut ke DBL. sesampainya di knights, kita disambut sama tukang karcis yang gantengnya kaya kimbum dan secara otomatis saya menyebut nama Allah berulang-ulang. di dalem, knights udah padat merayap kaya bulu bulu kakiku dan kita duduk di tribunnya smaga (lhapo smaga sing nduwe ?)

    kekalahan smala menjadi hidangan pembuka, tapi harus diakui smala mainnya bagus, dan sehubungan dengan persaudaraan sekolah kita yang jaraknya berdekatan, dan keberadaan sahabatku karlina sebagai salah satu pemainnya, dan eksistensi gebetanku yang juga merupakan anak smala, aku dukung smala sepenuhnyaaa hahaha

    dan akhirnya yang ditunggu-tunggu, smaga vs sma8 menggebrak jantung kami saudara-saudara, tapi smaga tetap berkepala dingin dan bermain sangat anggun, selalu unggul dalam setiap putaran (lomba lari apa basket sih sebenernya ?). didalam lapangan tampak fadhil, bayu, dennis, luthfi, yudha, bebek, dan para pemain lain yang turut menyumbangkan keringatnya untuk kemenangan smaga hari itu.

    ditambah supporter smaga yang sangat kompak, sampe-sampe bikin 8 yel-yel yang ditulis dan difotokopi biar semuanya bisa ikut melagukannya ! juoosss ! solidaritas kami makin diperlihatkan dengean kepedulian para alumni yang masih menyempatkan diri dateng. hebaaatt ! 4 thumbs up ditambah jempol kaki

    akhirnya kita menang dengan skor 33-4 dan itu sedikit mengobati kekalahan tim cewek yang main di hari sebelumnya. so buat para pebasket smaga, tingkatkan prestasi kalian, tunjukkan kalo kita pantas. pasti kita bisa merebut kemenangan DBL tahun ini, amiinnn

    oya sekedar info, smaga bakal tanding lagi tanggal 13 April 2009, jam 4 lawan krismit, so don't miss it ! (jangan lewatkan kemenangan kami maksudnya haha amin amin)

    singkat cerita, aku pulang bareng karlina jalan kaki ngotong helm sambil nyeker, soalnya sepatuku bikin kaki lecet. jarak rumahku sampe yadora kira-kira 3,5 kilo dan kita lalui kaya orang pacaran sambil gerimis lebih enak lagi sambil makan tahu petis dan perjalanan suci itu mengendurkan betis, wtfff

    well, I think that's all, maaf ya kalo kepanjangan jadi bikin males mau baca hehe sampe ketemu di postingan selanjutnya. hasta la vista baby :)

    Jejak Langkah yang Kau Tinggal - Glenn Fredly

    4.07.2010
    well this is one of my favorite song. lagu ini buat kamu yang dulu suka nemenin aku main parampaa, buat kamu yang hobi banget jadiin aku layangan, buat kamu yang selalu kasar dan sengak, tapi bahkan aku gabisa nemuin jalan buat nglepasin kamu. but from now on, I promise I'll never be a such burden for you anymore ..


    Memang aku tak s'lalu hadir dalam mimpi indahmu
    Mungkin aku t'lah berlalu jadi kenangan yang tak kau banggakan
    Tapi bagiku cinta adalah harta yang tersimpan

    Chorus:
    Jejak langkah yang kau tinggal mendewasakan hatiku
    Jejak langkah yang kau tinggal takkan pernah hilang s'lalu
    Begitulah cintaku

    Walau kau hanya singgah sekejap di cinta tulus ini
    Tapi sangatlah berharga jadi kenangan yang aku banggakan
    Maka bagiku cinta adalah harta yang kusimpan

    Bridge:
    S'lamat jalan kekasih
    Temukan yang jauh lebih baik
    Jangan pernah kau resahkan
    Janji yang kau ucap padaku dulu


    and finally, I loved you

    my secret admirer

    hello readers, here's my second posts and I just wanna share what happened today, and it's just a little astonished me hmmmm

    jadi seperti biasa, jam setengah tiga teng bel smaga yang bunyinya gonta ganti itu -selalu lagu kebangsaan, sering lagu top 40 yg lagi in, dan kadang-kadang soundtracknya doraemon- bunyi, dan aku baru saja bangun dari plesir ke pulau kapuk ! hahaha ya biasalah pelajaran kewarganegaraan yang diambil alih oleh seorang pak Gimin -sosoknya tua dengan kerut perjuangan untuk mencerdaskan anak didiknya yang suka minta ijin ke toilet padahal cabut pulang- yang memiliki suara indah nan merdu, sukses meninabobokkanku.

    jadi aku keluar kelas dan ngeliat ada brondong gebetanku lagi di mushola, omg I lose my heart beeeaatt miaaaw. yaudah aku sok jaim jaim aja to wekekek eh lha kok di depan dirinya-yg-begitu-kukagumi itu temenku nagih pulsa, wtf.

    terus aku keluar nunggu jemputan, dan disitu udah banyak anak SSC ( Smaga Security Club ) lagi pada kongkow dan mereka pada ngegodain akuuuu, bilangnya aku dicariin sama tukang siomay yang hobinya jualan di depan smaga, panggil saja namanya 'DUDE'

    mereka cerita kalo si dude nanyain aku teruuss, sumpah demi apapun tiba tiba langit mendung disusul dengan gluduk yang meraung-raung, ya ngga selebay itu sih hehe. pokoknya hawanya jadi horror. masa setelah kasus penggemar rahasiaku yang pertama (panggil saja 'BUDI', actually namanya emang Budi) yang selalu bikin aku ga ngerasa safe kalo mau muter2 di smaga, sekarang ditambah dude yang bikin aku merasa tambah unsafe buat ngelanjutin sekolah di bumi ganesha ini, aduh biyuuuunng

    emang sih si dude ini baiknya setengah modar. tiap aku beli siomay dia gamau dibayar, dan tiap aku beli minum, aku DIBAYARIN. bahkan temen2ku yang kelaparan suka maksa aku buat mintain siomay ke dude karena mereka tau bahwa dude cuman nggratisin siomaynya ke aku, hanya aku seorang !

    ya Allah, berilah petunjuk kepada Dude, turut berduka cita bila dia bener2 mengidolakanku.

    semoga saja anak budhe ku lahir dengan selamat, semoga saja aku tambah langsing, dan semoga dude menemukan belahan giginya yang agak ompong itu, amin